Friday, April 27, 2012

Tema & Deskripsi Kontes Robot Seni Indonesia 2012


Tema KRSI pada tahun 2012 adalah “Robot Penari Piring
Tari adalah gerak tubuh secara berirama yang dilakukan di tempat dan waktu tertentu untuk keperluan pergaulan, mengungkapkan perasaan, maksud, dan pikiran.
Bunyi-bunyian yang disebut musik pengiring tari mengatur gerakan penari dan memperkuat maksud yang ingin disampaikan.
Gerakan tari berbeda dari gerakan sehari-hari seperti berlari, berjalan, atau bersenam.
Menurut jenisnya, tari digolongkan menjadi tari rakyat, tari klasik, dan tari kreasi baru.
Tari piring atau dalam bahasa Minangkabau disebut dengan Tari Piriang, adalah salah satu jenis Seni Tari yang berasal dari Sumatra Barat yaitu masyarakat Minangkabau, disebut dengan tari piring karena para penari saat menari membawa piring.
Pada awalnya dulu kala tari piring diciptakan untuk memberi persembahan kepada para dewa ketika memasuki masa panen, tapi setelah datangnya agama islam di Minangkabau tari piring tidak lagi untuk persembahan para dewa tapi ditujukan bagi majlis-majlis keramaian yang dihadiri oleh para raja atau para pembesar negeri, tari piring juga dipakai dalam acara keramaian lain misalnya seperti pada acara pesta perkawinan.
Tarian ini memiliki gerakan yang menyerupai gerakan para petani semasa bercocok tanam, membuat kerja menuai dan sebagainya.
Tarian ini juga melambangkan rasa gembira dan syukur dengan hasil tanaman mereka.
Tarian ini merupakan tarian gerak cepat dengan para penari memegang piring di tapak tangan mereka, diiringi dengan lagu yang dimainkan oleh talempong dan saluang.
Kadangkala, piring-piring itu akan dilontar ke udara atau pun dihempas ke tanah dan dipijak oleh penari-penari tersebut. Bagi menambah unsur-unsur estetika , magis dan kejutan dalam tarian ini, penari lelaki dan perempuan akan memijak piring-piring pecah tanpa rasa takut dan tidak pula luka. Penonton tentu akan berasa ngeri apabila kaca-kaca pecah dan tajam itu dipijak sambil menari.

Tuesday, April 24, 2012

Sistem & Mekanisme Perlombaan Kontes Robot Seni Indonesia Bagian II


Arena Lomba & Urutan Gerakan Tarian :
  • Arena lomba terdiri dari dua buah arena persegi panjang masing-masing mempunyai ukuran panjang 3000 mm dan lebar 2000 mm, berwarna hijau gelap, putih dan biru muda dengan tinggi 100 mm dari lantai dan diletakkan berdampingan.
  • Terdapat pembatas arena merah dan biru berupa dinding kayu berwarna putih setebal 100 mm setinggi 60mm.
  • Arena sebelah kanan (sesuai arah hadap penonton) untuk robot di bagian biru, sedang arena sebelah kiri untuk robot dibagian merah.
  • Seluruh Arena lomba juga dikelilingi dengan pagar kayu lebar 30mm dan tinggi 60mm.
  • ZONA MULAI berukuran (40×40) cm, dalam ZONA MULAI ini robot diletakkan dan mulai menari. Setelah robot diletakkan di ZONA MULAI diberikan aba-aba persiapan 1 (satu) menit menjelang lomba. Arah hadap robot ketika di ZONA AWAL ini dapat ditentukan sendiri oleh Tim.
  • Di ZONA MULAI, setelah musik pengiring dimulai, robot harus melakukan sembah pembuka.
  • ZONA AWAL berukuran 1000 x 2000 mm
  • Di ZONA AWAL terdapat juga ZONA MULAI. Di zona ini robot harus melakukan gerak bacamin dan basiang. Gerakan dilakukan berulang-ulang hingga akhir zona awal.
  •  ZONA TENGAH berukuran 1000×2000 mm.
  • Dalam zona tengah terdapat ZONA LARANG berbentuk lingkaran dengan ukuran jari-jari lingkaran 200mm.
  • Didalam zona tengah robot melakukan gerak buai anak dan bungo kambang. Gerak ini dilakukan berulang-ulang hingga akhir zona tengah.
  • Saat robot melakukan gerak buai anak dan bungo kambang bagian robot tidak diperbolehkan menyentuh zona larang.
  •  ZONA AKHIR berukuran 1000×2000 mm yang didalamnya terdapat ZONA TUTUP.
  • Di dalam ZONA AKHIR ini robot harus melakukan gerak mangumpo suto dan tupai bagaluik.
  • Gerak robot dilakukan berulang-ulang hingga akhir zona akhir
  •  ZONA TUTUP berukuran 400×8000 mm dan berjarak 600 mm dari tepi kanan dan kiri lapangan.
  • Di zona tutup robot harus mampu melakukan gerak tari sembah panutuik.
  • Ketika irama pengiring gerak tari berakhir menjelang menit ke tiga akan terdengar tepukan penonton.
  • Ketika mendengar tepukan penonton ini robot harus menghentikan tariannya dan memberi salam hormat sebagai tanda telah selesainya tarian.
  • Lapangan lomba akan dilengkapi dengan lampu yang akan menandakan bahwa robot telah berada di zona yang ditandai.
Sistem Perlombaan :
  • Seluruh tim Peserta KRSI 2012 diharuskan menampilkan kebolehan gerak tari piring sesuai dengan irama untuk setiap sesi lomba.
  • Lama waktu setiap sesi lomba adalah 3 menit.
  • Perlombaan dibagi dalam tiga 3 putaran. Disetiap putaran semua robot harus menampilkan kepiawaiannya.
  • Penentuan pemenang adalah bagi robot yang telah menampilkan kepiawaiannya tiga putaran lengkap dan memiliki nilai teknik serta nilai seni terbaik akan dinyatakan sebagai pemenang atau juara.

Sunday, April 22, 2012

Sistem & Mekanisme Perlombaan Kontes Robot Seni Indonesia Bagian I


Sistem Perlombaan :

  • Setiap tim yang terdiri dari 3 mahasiswa dan 1 orang dosen pembimbing diharuskan membuat satu robot otomatis yang mampu melakukan gerakan menari mengikuti musik kesenian gamelan pengiring tari Piring gaya Yogyakarta.
  • Robot penari harus menyerupai struktur tubuh manusia dengan tinggi 55 ±5cm diukur di posisi kepala.
  • Berat robot maksimal 30kg.
  • Tegangan catudaya yang digunakan harus tegangan DC dengan besar tegangan tidak dibatasi dan harus terpasang didalam robot.
  • Robot harus dapat menari di atas arena persegi-panjang lantai berwarna berukuran masing-masing (3000×2000) mm.
  • Tiap arena memiliki 5 ZONA, diurutkan dari: ZONA MULAI, ZONA AWAL, ZONA TENGAH, ZONA AKHIR dan ZONA TUTUP. Tiap ZONA berfungsi sebagai pemandu gerakan tari.
  • Gerak tari harus dilakukan berdasarkan irama musik pengiring tari piring dengan cara mendengarkan langsung dari sistem audio gedung lomba menggunakan sensor suara (nirkabel).
  • Musik pengiring tari robot adalah musik khas pengiring tari piring yang disediakan oleh panitia.
  • Waktu yang disediakan untuk setiap unjuk kebolehan tari dalam lomba ini adalah 3 menit sesuai dengan panjang atau durasi irama gamelan pengiring.
  • Dalam setiap game tim diberikan kesempatan “retry” dan tidak dibatasi.
  • Dalam setiap sesi pertandingan, dua robot dari tim peserta akan diletakkan diatas panggung (lapangan perlombaan) sesuai dengan warna tim awal, yaitu merah atau biru.

Spesifikasi Robot :
  • Setiap tim diharuskan membuat satu Robot Otomatis yang mampu melakukan gerakan menari mengikuti musik kesenian Tari Piring.
  • Robot yang dibuat harus memiliki kemampuan gerak mengikuti alunan musik yang dimainkan saat lomba berlangsung.
  • Robot harus dirancang untuk dapat mendengarkan alunan musik melalui “telinga” atau sensor pendengar tanpa melalui kabel.
  • Robot harus memiliki bagian yang dapat disebut sebagai sistem kaki, tangan dan kepala. Jumlah derajat kebebasan masing-masing sistem ini tidak dibatasi.
  • Robot dibuat berkaki (tidak menggunakan roda), memiliki lengan, Jari dan kepala untuk melakukan gerakan mengikuti alunan musik yang digunakan.
  • Bagian kaki atau yang menyerupai kaki pada robot harus dapat melakukan garak sesuai dengan gerakan tari Piring.
  • Di tangan robot harus dirancang dapat memegang piring untuk melakukan gerak tari piring.
  • Komunikasi langsung maupun tidak langsung antara tim peserta dengan robot tidak diperbolehkan.
  • Selama Lomba berlangsung, robot tidak boleh memecah-diri menjadi beberapa robot dan bagian-bagian robot yang tidak dapat bergerak.
  • Berat robot maksimal 30 kg.
  • Tegangan catudaya DC tidak dibatasi dan harus menempel pada robot.
  • Sumber tegangan harus berasal dari baterai Accu-kering (lead acid), NiCd, NiMH, Lit-Ion, atau Lit-Polymer. Tidak diperkenankan menggunakan accu yang berisi cairan basah.
  • Aktuator gerak dapat dirancang berbasis elektromotor, system pneumatik maupun sistem hidrolik.
  • Tinggi robot 55±5cm
  • Rentang kaki atau tangan robot maksimal tidak boleh melebihi 60 cm diukur dari ujung jari tangan/kaki kanan ke kiri ketika membuka tangan/kaki selebar-lebarnya.
  • Lebar telapak kaki maksimum 150 cm2 berbentuk elip, lingkaran atau persegi empat.
  • Setiap Robot harus dapat di START hanya dengan satu tombol di badan robot dengan posisi tombol START mudah terjangkau.

Wednesday, April 18, 2012

Control


The mechanical structure of a robot must be controlled to perform tasks. The control of a robot involves three distinct phases – perception, processing, and action (robotic paradigms). Sensors give information about the environment or the robot itself (e.g. the position of its joints or its end effector). This information is then processed to calculate the appropriate signals to the actuators (motors) which move the mechanical.
The processing phase can range in complexity. At a reactive level, it may translate raw sensor information directly into actuator commands. Sensor fusion may first be used to estimate parameters of interest (e.g. the position of the robot's gripper) from noisy sensor data. An immediate task (such as moving the gripper in a certain direction) is inferred from these estimates. Techniques from control theory convert the task into commands that drive the actuators.
At longer time scales or with more sophisticated tasks, the robot may need to build and reason with a "cognitive" model. Cognitive models try to represent the robot, the world, and how they interact. Pattern recognition and computer vision can be used to track objects. Mapping techniques can be used to build maps of the world. Finally, motion planning and other artificial intelligence techniques may be used to figure out how to act. For example, a planner may figure out how to achieve a task without hitting obstacles, falling over, etc.

Autonomy levels




Control systems may also have varying levels of autonomy.
  1. Direct interaction is used for haptic or tele-operated devices, and the human has nearly complete control over the robot's motion.
  2. Operator-assist modes have the operator commanding medium-to-high-level tasks, with the robot automatically figuring out how to achieve them.
  3. An autonomous robot may go for extended periods of time without human interaction. Higher levels of autonomy do not necessarily require more complex cognitive capabilities. For example, robots in assembly plants are completely autonomous, but operate in a fixed pattern.
Another classification takes into account the interaction between human control and the machine motions.
  1. Teleoperation. A human controls each movement, each machine actuator change is specified by the operator.
  2. Supervisory. A human specifies general moves or position changes and the machine decides specific movements of its actuators.
  3. Task-level autonomy. The operator specifies only the task and the robot manages itself to complete it.
  4. Full autonomy. The machine will create and complete all its tasks without human interaction.

Sunday, March 18, 2012

Kursus Robotik dari Stanford University









Lecture 5    View Now >
1 hr 7 min
  • Topics: Summary - Frame Attachment, Example - RPRR Manipulator, Stanford Scheinman Arm, Stanford Scheinman Arm - DH Table, Forward Kinematics, Stanford Scheinman Arm - T-Matrices, Stanford Scheinman Arm - Final ResultsVideo clip “Brachiation Robot,” Nagoya University, ICRA 1993 Video Proceedings courtesy IEEE
    (© 1993 IEEE)
  • Transcript: HTML PDF







YouTube | iTunes | Vyew | WMV Torrent | MP4 Torrent


Lecture Handouts


Handout NameHandout Usage
Kinematics-2                                                  Lectures 4-5 

Assignments

AssignmentSolutionsContent


Assignment 2SolutionsLectures 4-5



Sumber: 

Universitas Stanford Fakultas Teknik
(Stanford Engineering Everywhere) 

Prof. Oussama Khatib, Ph.D. 
(His Web-Site Oussama Khatib)

Professor of Computer Science
Artificial Intelligence Laboratory
Department of Computer Science
Stanford University
Stanford, CA 94305-9010

Office: Gates 144
Phone: (650) 723-9753
Fax: (650) 725-1449
E-Mail: click here


Research Interests
Methodologies and technologies of autonomous robots, cooperative robots, human-centered robotics, haptic interaction, dynamic simulation, virtual environments, augmented teleoperation, and human-friendly robot design.















Indonesian Robotics Education School
Visi

Melahirkan Ahli-ahli Robotika Bertaraf Internasional yang senantiasa Bertafakur, Bertasyakur dan Bertadabur terhadap Keagungan Yang Maha Kuasa


Misi
1. Melahirkan Ahli Robotika Berkualitas Internasional Berkarakteristik Lokal di tiap Kabupaten atau Kota Setiap Tahun Minimal 2 Orang.

2. Kaderisasi yang berkelanjutan dan terarah

Program

1. Mempelajari alat-alat elektronika sederhana di Sekeliling Kehidupan kita

2. Mempelajari bahasa-bahasa pemrograman komputer dengan tekun dan rajin

3. Mengembangkan kurikulum pendidikan Robotika


Langkah Setrategis Sederhana

1. Promosi Kesekolah-sekolah Kejuruan dan Menengah atas untuk membuat club-club kecil penggemar Otomasi, Kendali dan Robotika

2. Mengadakan Ivent-ivent kecil dan sederhana megenai Robotika

3. Istiqomah

Sunday, March 11, 2012

Kursus Robotik dari Stanford University









Lecture 4    View Now >
1 hr 12 min
  • Topics: Manipulator Kinematics, Link Description, Link Connections, Denavit-Hartenberg Parameteres, Summary - DH Parameters, Example - DH Table, Forward KinematicsVideo clip “The Hummingbird,” IBM Watson Research Center, ICRA 1992 Video Proceedings courtesy IEEE
    (© 1992 IEEE)
  • Transcript: HTML PDF


YouTube | iTunes | Vyew | WMV Torrent | MP4 Torrent



Lecture Handouts


Handout NameHandout Usage
Kinematics-2                                                  Lectures 4-5 

Assignments

AssignmentSolutionsContent


Assignment 2SolutionsLectures 4-5



Sumber: 

Universitas Stanford Fakultas Teknik
(Stanford Engineering Everywhere) 

Prof. Oussama Khatib, Ph.D. 
(His Web-Site Oussama Khatib)

Professor of Computer Science
Artificial Intelligence Laboratory
Department of Computer Science
Stanford University
Stanford, CA 94305-9010

Office: Gates 144
Phone: (650) 723-9753
Fax: (650) 725-1449
E-Mail: click here


Research Interests
Methodologies and technologies of autonomous robots, cooperative robots, human-centered robotics, haptic interaction, dynamic simulation, virtual environments, augmented teleoperation, and human-friendly robot design.














Thursday, March 8, 2012

NASA Spinoff Technologies


"Murid yang dipersenjatai dengan informasi Akan selalu memenangkan pertempuran"
(Meladee McCarty)


Participants who are interested in submitting or being featured in a video must register before November 12th in order for a submitted video to be eligible. Once participants have received notification that they have been officially registered, participants will have till December 31st to submit a video entry to the website. NASA will screen each video submission for content and will notify the participant if their submission is accepted for inclusion in the contest. Videos will be available for public viewing throughout the submission period, but voting will not be accepted until the specified voting period. Voting will open on December 31st, 2010 and remain open through January 31st, 2011. The top 5 videos in each grade category (grades 3-5 and grades 6-8) will then be evaluated and ranked by NASA based on the criteria below. The winner(s) will be notified by February 28th, 2011.

NASA Spinoff Technologies


Did you know that space technology is all around you? The heart defibrillator your grandparents might have or the memory foam mattress you sleep on at night, or even the purified water you drink at your house are all technologies developed by NASA engineers, scientists and innovators. NASA is required to share its technologies with the public. The public then can take these technologies and make them into something that you can use around your house, at school or even on the road. These are known as spinoffs.

In 1976, NASA wanted to put all these great stories about spinoffs in a book that the public could read about. Since then, over 1,600 stories have been written about spinoffs. If you want to read more about these stories, the history of spinoffs and the impact space technology has made on you, please visit Spinoff.


Vehicles used as the stand-ins for the robots in the film Transformers line up in front of an F-22A Raptor. The vehicles were on a military base to shoot several scenes for the film. Top: Starscream. Middle: Optimus Prime, Ironhide, Ratchet, Barricade. Bottom: Bumblebee, Jazz.


Pilihan Teknologi
Electrolyte Concentrates Treat Dehydration
Star-Mapping Tools Enable Tracking of Endangered Animals
Mobile Instruments Measure Atmospheric Pollutants
Insulating Foams Save Money, Increase Safety
Cloud Imagers Offer New Details on Earth's Health
Thermal Insulation Strips Conserve Energy
Telemetry Boards Interpret Rocket, Airplane Engine Data
Polyimide Resins Resist Extreme Temperatures
Robots Save Soldiers' Lives Overseas
Chlorophyll Meters Aid Plant Nutrient Management
Tensile Fabrics Enhance Architecture Around the World
Robust Light Filters Support Powerful Imaging Devices
Thermoelectric Devices Cool, Power Electronics
Innovative Tools Advance Revolutionary Weld Technique
Methods Reduce Cost, Enhance Quality of Nanotubes
Sensors Locate Radio Interference
Phase Change Fabrics Control Temperature
Modeling Languages Refine Vehicle Design
Tools Lighten Designs, Maintain Structural Integrity
Software Tools Streamline Project Management
Programs Automate Complex Operations Monitoring
Antennas Lower Cost of Satellite Access
Apollo-Era Life Rafts Save Hundreds of Sailors
Satellite-Respondent Buoys Identify Ocean Debris
Gauging Systems Monitor Cryogenic Liquids
Air Purifiers Eliminate Pathogens, Preserve Food
Voltage Sensors Monitor Harmful Static
Compact Instruments Measure Heat Potential
Radio Relays Improve Wireless Products
'Anti-Gravity' Treadmills Speed Rehabilitation
Crew Management Processes Revitalize Patient Care
Hubble Systems Optimize Busy Hospital Schedules
Web-Based Programs Assess Cognitive Fitness
Surface Operations Systems Improve Airport Efficiency
Nontoxic Resins Advance Aerospace Manufacturing
Circuits Enance Scientific Instruments and Safety Devices
Tough Textiles Protect Payloads and Public Safety Officers
Fabrics Protect Sensitive Skin from UV Rays
Tiny Devices Project Sharp, Colorful Images
Image-Capture Devices Extend Medicine's Reach
Medical Devices Assess, Treat Balance Disorders
NASA Bioreactors Advance Disease Treatments
Robotics Algorithms Provide Nutritional Guidelines
Sensors Provide Early Warning of Biological Threats
Forecasting Tools Point to Fishing Hotspots
Nanofiber Filters Eliminate Contaminants
Modeling Innovations Advance Wind Energy Industry
Feature Detection Systems Enhance Satellite Imagery
Advanced Sensors Boost Optical Communication, Imaging

Autobots

Voices:

Peterbilt 379 used in Transformers, portraying the Autobot Optimus Prime.

Chevrolet Camaro in Transformers, portraying the Autobot Bumblebee.

Pontiac Solstice portraying the Autobot Jazz

GMC Topkick, portraying the Autobot Ironhide.



Engineering


 Dengan Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang semakin pesat, hemat saya sekitar 100 tahun Kedepan FIKSI-ILMIAH Transformers dapat diwujudkan semoga!.